Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak <p><img src="/public/site/images/admin/CoverBukuJMA20251.png"></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan (JMA)</strong> adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengelolaan asuhan keperawatan dalam berbagai aspek, termasuk praktik klinis, kebijakan kesehatan, pendidikan keperawatan, serta inovasi dalam pelayanan keperawatan. Jurnal ini mempublikasikan artikel penelitian, tinjauan literatur, dan studi kasus yang berkontribusi pada pengembangan ilmu keperawatan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.</p> <p style="text-align: justify;">JMA menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, dan peneliti di bidang keperawatan untuk berbagi hasil riset dan temuan terbaru yang mendukung praktik berbasis bukti. Dengan standar publikasi yang ketat, jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang manajemen asuhan keperawatan yang efektif dan efisien guna meningkatkan kesejahteraan pasien serta profesionalisme tenaga keperawatan.</p> Universitas Widya Husada Semarang en-US Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan 2356-3079 Pengaruh Logoterapy Medical Menistry Terhadap Tingkat Depresi pada Pasien yang di Rawat Di Ruang ICU dan HCU https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/189 <p>Pelayanan kritis, selain instalasi bedah dan instalasi gawat darurat banyak menimbulkan dampak psikologis pada pasien, terutama pasien dengan tingkat kesadaran penuh, salah satunya adalah depresi. Salah satu manajemen depresi adalah dengan menggunakan terapi logoterapi. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh intervensi logoterapi <em>medical ministry</em> terhadap depresi pada pasien yang dirawat di ruang ICU dan HCU. Metode penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan rancangan two group pretest and posttest design. Responden penelitian adalah semua pasien yang sedang di rawat di ruang ICU dan HCU di RSKB Columbia Asia Semarang sebanyak 32 pasien. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil <em>purposive</em> sampling. Intrumen yang digunakan adalah Hamilton Depression Rating Scalle (HDRS) dan analisis menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh logoterapi <em>medical menistry</em> pada kelompok intervensi dengan depresi ringan sebanyak 8 orang (25.0%), dengan depresi sedang sebanyak 8 orang (25,0%), dan tidak ada depresi berat. Kelompok kontrol, didapatkan depresi sedang sebanyak 4 orang (12,5%), dan depresi berat sebanyak 12 orang (37.5%). Nila <em>p</em> value = 0,000 atau &lt;0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh logoterapi <em>medical</em> <em>menistry</em> terhadap tingkat depresi pada pasien yang di rawat di ruang ICU dan HCU.</p> Dwi Retnaningsih Raidha Febria Handayani Dwi Nur Aini ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-20 2025-01-20 9 1 1 9 10.33655/mak.v9i1.189 Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Keluarga Pasien ICU https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/190 <p>memberikan perawatan pasien dengan kondisi kritis dan potensial mengancam jiwa. Bagi keluarga pasien, ICU merupakan tempat paling tidak menyenangkan karena respon emosional keluarga dituntut lebih tinggi dibanding ruangan lainnya dan ketepatan dalam pengambilan keputusan bagi kelangsungan hidup anggota keluarganya. Respon emosional yag sering terjadi pada keluarga pasien yang di rawat di ruang ICU seperti ketegangan, ketakutan, kecemasan dan kewaspadaan. Kecemasan yang tinggi muncul akibat beban yang harus diambil dalam pengambilan keputusan dan pengobatan yang terbaik bagi pasien. Berbagai terapi komplementer telah dikembangkan sebagai penatalaksanaan kecemasan, stress fisik dan psikologis seperti relaksasi otot progresif (ROP). Metode&nbsp; Penelitian Telaah eksperimen memakai metode kuantitatif dengan desain Purposive Sampling melalui pendekatan onegroup pre-test dan post-test design bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap kecemasan keluarga pasien ICU di RS Permata Medika Semarang. Jumlah populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling.</p> <p>Hasil penelitian relaksasi otot progresif menunjukkan adanya pengaruh yang berarti. terhadap penurunan kecemasan keluarga pasien diruang ICU dengan nilai <em>p value 0,046</em></p> <p>Kesimpulan Hasil penelitian relaksasi otot progresif menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan kecemasan keluarga pasien diruang ICU. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi <em>evidence based practice</em> bagi perawat ruang ICU dalam memberikan intervensi kepada keluarga pasien yang mengalami kecemasan yang berpengaruh terhadap fungsi keluarga dalam merawat pasien ruang ICU.</p> Maulidta Karunianingtyas Wirawati Dwi Nur Aini ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-21 2025-01-21 9 1 10 16 10.33655/mak.v9i1.190 Penerapan Pemberian Terapi Massage Payudara Dengan Metode SPEOS untuk Kelancaran ASI Terhadap Pasien Post Sectio Caesaria: Studi Kasus https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/196 <p>Ibu menyusui yang menjalani persalinan <em>sectio caesaria</em> memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kesulitan menyusui dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara normal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain trauma fisik yang dialami ibu akibat tindakan operasi sesar yang dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada payudara, sehingga ibu menjadi enggan untuk menyusui. Kurang stimulasi pada payudara akibat posisi bayi yang sulit untuk menyusui dapat menyebabkan produksi ASI menurun. Pengaruh hormonal akibat tindakan operasi sesar dapat mengganggu produksi ASI. Mengetahui penerapan pemberian terapi massage payudara dengan metode SPEOS (stimuasi pijat endorpin, oksitosin dan sugestif) untuk kelancaran ASI terhadap pasien post sectio caesaria di RS Permata Medika. Metode: Studi kasus adalah jenis metode penelitian yang menggunakan desain penelitian pre eksperimental yang disebut desain <em>pre-post test</em> dalam satu kelompok untuk menjelaskan kejadian secara metodis dan obyektif serta menarik kesimpulan. Pasien dalam penelitian ini sebanyak 4 Pasien post SC yang mengalami ketidakefektifan menyusui (kurangnya produksi ASI, ketidakmampuan bayi untuk menghisap, teknik menyusui yang tidak benar). Didapatkan dari keempat ibu mengalami sedikit ASI yang keluar sebelum dilakukan metode SPEOS (stimuasi pijat endorpin, oksitosin dan sugestif), setelah dilakukan metode SPEOS (stimuasi pijat endorpin, oksitosin dan sugestif) ASI keluar banyak. Ada pengaruh kelancaran ASI terhadap pasien post sectio caesaria sebelum dan sesudah dilakukan penerapan pemberian terapi massage payudara dengan metode SPEOS (stimuasi pijat endorpin, oksitosin dan sugestif)</p> Siti Zubaidah Heny Prasetyorini ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-21 2025-01-21 9 1 17 21 10.33655/mak.v9i1.196 Efektivitas Terapi Cylindrical Grip Dan Rubber Ball Grip Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/214 <p><em>Stroke</em> <em>Non</em> <em>Hemoragik </em>merupakan penyakit <em>serebrovaskular</em> yang ditandai dengan kematian jaringan otak (<em>infark serebral</em>) yang terjadi karena berkurangnya suplai oksigen ke otak yang onset cepat dan tiba-tiba karena disfungsi sistem saraf. Terapi <em>cylindrical grip merupakan</em> salah satu teknik genggam menggunakan objek berbentuk silindris seperti pegangan pensil bersama dengan tripod grip (tiga jari, lateral tripod grip (tiga jari dengan sedikit rotasi pergelangan tangan), dan penggunaan jempol dan dua jari lainnya. Terapi <em>rubber ball grip</em> merupakan salah satu jenis latihan motorik aktif yang terjadi dengan cara mengontraksikan otot-otot itu sendiri dengan bantuan kekuatan dari luar. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen <em>dengan two group pretest-posttest design</em> pada pasien <em>Stroke non hemorhagik </em>sebanyak 18 di masing-masing grup secara <em>purposive sampling</em>. Intervensi diberikan satu kali sehari dalam 7 hari berturut-turut selama 15 menit. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Adapun hasil dalam penelitian ini Rata-rata Kekuatan otot motorik sebelum dan sesudah diberikan terapi <em>Cylindrical Grip Grip mean </em>28,667, nilai <em>minimal </em>25,5 dan <em>maksimal </em>30,4. Rata-rata Kekuatan otot motorik sebelum diberikan terapi <em>Rubber Ball Grip</em> mean 28,944, dan nilai minimal maksimal 25,5 dan 30,4. Ada perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan sebelum dilakukan terapi <em>Cylindrical Grip Pvalue</em>= 0,000. Ada perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan sebelum dilakukan terapi <em>Rubber Ball Grip </em>dengan <em>Pvalue</em>= 0,000. Tidak ada perbedaan efektifitas <em>Terapi Cylindrical Grip dan Rubber Ball Grip </em>terhadap kekuatan otot pasien <em>Stroke Non Hemoragik, </em>sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk diterapkan di Rumah sakit ataupun komunitas.</p> Sonhaji sonhaji M Jamaluddin Kharisma Dwi Kurnia Ilham ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-21 2025-01-21 9 1 22 32 10.33655/mak.v9i1.214 Arm Swing Exercise (ASE) Menurunkan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Penderita Diabetes https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/215 <p>Gaya hidup sedenter akibat modernisasi menjadi salah satu sebab meningkatnya prevalensi diabetes setiap tahun. Latihan fisik secara teratur bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengendalikan kadar glukosa darah untuk mencegah terjadinya komplikasi. Diperlukan latihan fisik yang sederhana, mudah dan nyaman yang dapat mendorong penderita diabetes untuk melakukan latihan fisik secara teratur seperti <em>Arm Swing Exercise</em>. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh <em>Arm Swing Exercise</em> terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes. Penelitian quasi-eksperimen dengan desain <em>one group pre and post test</em>.&nbsp; Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes di Puskesmas Bandung Kota Tegal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 18 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, glukometer untuk pemeriksaan kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS), dan pedoman pelaksanaan <em>Arm Swing Exercise</em> (ASE). Hasil penelitian&nbsp; menunjukkan rata-rata kadar GDS sebelum intervensi&nbsp; sebesar 301,89 mg/dl dan setelah intervensi sebesar 223,67 mg/dl. Hasil uji Paired sample t test menunjukkan angka yang signifikan antar nilai <em>pre</em> dengan <em>post test</em> dengan nilai p=0,000 (p value &lt; 0,005) yang berarti adanya perbedaan yang bermakna kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan setelah diberikan intervensi. Kesimpulan yang didapatkan adalah ada pengaruh <em>Arm Swing Exercise</em> terhadap kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes di Puskesmas Bandung Kota Tegal</p> Dwi Uswatun Khasanah Maria Ulfah Sri Hidayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-22 2025-01-22 9 1 33 39 10.33655/mak.v9i1.215 Hubungan Tingkat Stress Dan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/219 <p><em>Dismenore</em> merupakan nyeri haid yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup mereka. Tingkat stres dan pola makan, khususnya konsumsi makanan cepat saji, diduga menjadi faktor yang mempengaruhi kejadian <em>dismenore</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian <em>dismenore</em> pada remaja putri di SMAN 1 Minas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian <em>cross sectional. </em>Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 - Juli 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 191 orang yang diambil dengan teknik <em>stratified random sampling</em>. analisa data menggunakan uji <em>chi square</em>. Mayoritas remaja putri di SMAN 1 Minas mengalami stres sedang (36,1%), memiliki perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kategori cukup (72,8%), dan mengalami <em>dismenore</em> (67%). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian <em>dismenore</em> pada remaja putri di SMAN 1 Minas. Tingkat stres yang lebih tinggi serta kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah cukup hingga tinggi berkontribusi terhadap peningkatan kejadian <em>dismenore</em> di kalangan remaja.</p> Elvira Elvira Suci Amin Ika Permanasari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-22 2025-01-22 9 1 40 46 10.33655/mak.v9i1.219 Efektivitas Permainan MONODUGI (Monopoli Edukasi Kesehatan Gigi) Terhadap Pengetahuan Karies Gigi Anak Usia Sekolah https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/217 <p>ABSTRAK<br>Karies gigi merupakan masalah gigi yang paling tinggi dialami oleh anak sekolah yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Untuk mencegah hal tersebut dibutuhkan pemberian edukasi melalui media promosi kesehatan seperti dengan media permainan monopoli yang merupakan media pembelajaran berbasis permainan yang dapat digunakan untuk belajar sambil bermain sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan, bersemangat dan memudahkan peserta didik memahami apa yang telah disampaikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Without Control Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 48 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk menunjukkan kedua kelompok yaitu pretest dan posttest memilki nilai signifikan lebih dari 0.05 yaitu dengan nilai prestest 0.059 dan posttest 0.075 yang artinya berdistribusi normal. Kemudian dilanjutkan menggunakan metode statistik parametik dengan menggunakan uji statistik Paired T-Test yang didapatkan hasil bahwa p-value 0.000, sehingga Ha diterima artinya ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan MONODUGI. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi kesehatan gigi dengan media permainan monopoli efektif terhadap tingkat pengetahuan gigi pada anak usia sekolah dan meningkatkan pengetahuan karies gigi anak usia sekolah.<br>Kata kunci: Anak Usia Sekolah; Permainan Monopoli; Karies Gigi</p> <p>ABSTRACT<br>Dental caries is the most dental issue among school children, which can impact their quality of life. Preventive education through health promotion media, such as a monopoly game, can make learning enjoyable and engaging and thereby facilitating better understanding. This quantitative study employed a pre-experimental design with a one group pretest-posttest without control approach. The sample consisted of 48 respondents, selected using total sampling. The normality test using Shapiro-Wilk indicated that both pretest and posttest groups had significant values greater than 0.05 (pretest 0.059 and posttest 0.075), indicating a normal distribution. The paired t-test showed a p-value of 0.000, suggesting a significant difference in knowledge before and after the MONODUGI intervention. The study concluded that dental health education using a monopoly game affective in improving dental caries knowledge among school-age children.<br>Keyword: Dental Caries; Monopoly Game; School Age Children</p> Vidi Zahraningrum Pratiwi Umi Solikhah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-30 2025-01-30 9 1 47 52 10.33655/mak.v9i1.217 Body Image dan Self Confidence Pada Remaja Putri: Studi Korelasional https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/218 <p>Masa remaja merupakan masa peralihan, sehingga proses pertumbuhan fisik, mental dan emosional terjadi secara cepat. <em>Body image</em> merupakan persepsi atau penilaian puas dan tidak puas seseorang terhadap dirinya secara fisik, yang dapat menciptakan evaluasi positif ataupun negative terhadap diri sendiri. <em>Self-confidence</em> merupakan sikap positif individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif terhadap dirinya maupun terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan <em>body image</em> dengan <em>self-confidence</em> pada remaja putri. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eskperimen dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian ini adalah remaja putri kelas 10 SMA Negeri 2 Banguntapan Yogyakarta berjumlah 66 responden. Teknik sampling menggunakan <em>purvosive sampling</em>. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner <em>body image</em> dan kuesioner <em>self confidence</em> dengan menggunakan analisis uji <em>kendall tau</em>. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki <em>body image</em> tinggi yaitu sebanyak 38 responden (57.6%) dan sebagian besar responden juga memiliki <em>self confidence</em> kategori tinggi sebanyak 48 responden (72.7%). Hasil uji statistik <em>kendall tau</em> didapatkan nilai korelasi = 0,483 dengan nilai signifikan 0.000 (p&lt;0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan <em>body image</em> dengan <em>self confidence</em> pada remaja putri di SMA Negeri 2 Banguntapan Yogyakarta.</p> Dwika Apriliana Fitri Dian Kurniati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-30 2025-01-30 9 1 53 58 10.33655/mak.v9i1.218 Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan dan Kepuasan Pasien Pre Operasi https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/220 <p>Pembedahan adalah tindakan pengobatan menggunakan cara <em>invasive</em> yang dapat menimbulkan respon kecemasan pada pasien yang mengalami tindakan pembedahan. Perilaku <em>caring </em>perawat dapat meminimalisir kecemasan yang dirasakan pasien<em>. </em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku <em>caring</em> perawat dengan tingkat kecemasan dan kepuasan pasien di Kamar Operasi IBS RSUD Kabupaten Mimika. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dilakukan secara <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di kamar operasi IBS RSUD Kabupaten Mimika pada bulan Oktober 2024 dan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 responden, yang ditentukan dengan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengambilan data menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu hampir setengah responden yang mendapatkan perilaku <em>caring</em> kategori sedang memiliki tingkat kecemasan ringan. Uji statistic dalam penelitian ini menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan perilaku <em>caring</em> perawat dengan tingkat kecemasan pasien di kamar operasi IBS RSUD Kabupaten Mimika dengan tingkat hubungan yang cukup kuat. Sebagian besar responden yang mendapatkan perilaku caring sedang dari perawat, puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil penelitian menggunakan uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan adanya hubungan perilaku <em>caring</em> perawat dengan tingkat kepuasan pasien di kamar operasi IBS RSUD Kabupaten Mimika dengan tingkat hubungan yang cukup kuat. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah ada hubungan perilaku <em>caring</em> perawat dengan tingkat kecemasan dan kepuasan pasien di Kamar Operasi IBS RSUD Kabupaten Mimika.</p> Endang Mei Yunalia Wahyu Sukma Samudera Idola Perdana Sulistyoning Suharto Widi Astuti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-01-31 2025-01-31 9 1 59 65 10.33655/mak.v9i1.220 Pemberian Jus Jambu Merah Untuk Mencegah Resiko Pendarahan Pada Anak Dengue Hemoragic Fever https://jurnal-d3per.uwhs.ac.id/index.php/mak/article/view/199 <p>Dengue Hemorrhage Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang dapat menyebabkan kematian dan disebabkan oleh empat serotype virus dan genus flavivirus, virus RNA dari keluarga falviviradea. Pada akhir tahun 2022, jumlah kasus dengue di Indonesia mencapai 143.000 kasus, dengan angka kejadian dengue terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Pasien dengan kondisi demam sering kali mengalami masalah keperawatan pendarahan atau kenaikan suhu tubuh di atas normal, yang dapat ditangani dengan berbagai cara baik farmakologi maupun non-farmakologi. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi adalah pemberian jus jambu merah untuk mencegah resiko pendarahan. Tujuan studi kasus ini adalah pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan pendarahan, yang berfokus pada pemberian jus jambu merah terhadap resiko pendarahan pada pasien dengan demam berdarah dengue. Desain studi ini adalah studi kasus pada pasien yang dirawat di Ruang Wijaya Kusuma Atas, RSUD Kardinah Kota Tegal, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pasien yang dirawat dengan DBD dan diberikan jus jambu merah sebagai bagian dari asuhan keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan dengan pemberian jus jambu merah, hematrokit meningkat dan kondisi umum mereka membaik tidak terjadi pendarahan. Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya asupan cairan dan nutrisi menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus jambu merah efektif dalam mencegah pendarahan pada pasien dengan DBD, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat temuan ini serta memperluas penerapan terapi jus jambu merah dalam manajemen demam berdarah dengue.</p> Wiwid Setiyanika Murniati Murniati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-02-05 2025-02-05 9 1 66 75 10.33655/mak.v9i1.199